Bagaimana Iklim Di Negara Singapura? Traveler Perlu Tahu!

Bagaimana iklim di Negara Singapura? Sebelum pergi traveling liburan ke Singapore, traveler perlu tahu dulu nih! Tentu saja, untuk mengurangi resiko salah kostum dan kamu bisa membawa pakaian seperlunya saja ya!

Gambaran Umum tentang Singapura

Singapura, sebuah negara kota yang terletak di Asia Tenggara, dikenal karena wilayahnya yang kecil dan sepenuhnya terdiri dari perkotaan.

Meskipun kecil, Singapura memiliki posisi strategis yang penting di kawasan ASEAN.

Berbatasan dengan Malaysia di sebelah utara dan barat, serta dengan Pulau Bintan dan Pulau Batam di selatan dan timur melalui Selat Singapura, Singapura menjadi pusat kegiatan ekonomi, keuangan, dan pariwisata yang signifikan di kawasan ini.

[ Baca Juga: Tentang Sejarah Negara Singapura Yang Penuh Dengan Warna ]

Apakah Singapura Termasuk Negara Dengan Iklim Tropis?

Sebagai negara di wilayah Asia Tenggara, iklim tropis yang khas juga dimiliki oleh Negara Singapura.

Namun, yang membedakan Singapura dari negara tropis lainnya adalah pergantian musim yang lebih teratur.

Singapura mengalami tiga musim utama, yaitu musim hujan, musim kemarau, dan musim pancaroba.

Apakah Singapura Termasuk Negara Dengan Iklim Tropis?

Musim Hujan

Musim hujan di Singapura berlangsung dari bulan November hingga April.

Selama periode ini, curah hujan cukup tinggi dan sering terjadi hujan deras.

Meskipun demikian, curah hujan yang tinggi tidak selalu diikuti dengan banjir karena Singapura memiliki sistem drainase yang baik.

Musim Kemarau

Seperti iklim di negara tropis lainnya, setelah musim hujan berakhir, Singapura memasuki musim kemarau yang berlangsung dari bulan April hingga September.

Pada musim ini, cuaca cenderung lebih kering dan panas, dengan sedikit hujan dan langit yang cerah.

Musim Pancaroba

Musim pancaroba adalah periode transisi antara musim hujan dan musim kemarau pada iklim tropis seperti di Negara Singapura.

Biasanya berlangsung dari bulan September hingga November.

Pada musim ini, cuaca cenderung tidak menentu dengan kemungkinan hujan yang tidak terduga.

[ Baca Juga: Explore Singapore: Panduan Trip Jalan Jalan Ke Singapura ]

Perbandingan Suhu dengan Indonesia

Dengan  suhu rata-rata di Singapura adalah sekitar 26 derajat Celsius sepanjang tahun, dengan variasi yang relatif kecil antara musim.

Meskipun demikian, kelembaban udara yang tinggi seringkali membuat sensasi panas terasa lebih tinggi dari suhu yang sebenarnya.

Kelembaban relatif di Singapura cenderung tinggi sepanjang tahun, dengan rerata tahunan mencapai 83,9%.

Hal ini dapat membuat cuaca terasa lebih panas dan lembab, terutama selama musim hujan yang berkepanjangan.

[ Baca Juga: Panduan, Tips & Estimasi Biaya Solo Backpacker Ke Singapura ]

Pengaruh Geografis terhadap Iklim Negara Singapura

Letak geografis Singapura yang dekat dengan khatulistiwa berkontribusi pada iklim tropisnya.

Terletak di sebelah selatan khatulistiwa, Singapura menerima sinar matahari sepanjang tahun dengan sedikit variasi dalam durasi siang dan malam.

Hal ini menjadikan Singapura memiliki iklim yang hangat sepanjang tahun, dengan sedikit perubahan musiman yang signifikan.

Kesimpulan

Singapura memiliki iklim tropis dengan tiga musim utama: musim hujan, musim kemarau, dan musim pancaroba.

Meskipun suhu rata-rata relatif stabil sepanjang tahun, kelembaban udara yang tinggi seringkali membuat cuaca terasa lebih panas dan lembab.

Pemahaman tentang iklim di Negara Singapura dapat membantu traveler dalam merencanakan perjalanan mereka, terutama dalam mempersiapkan pakaian dan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca yang diharapkan.

Baca Juga:

6 Alasan Kenapa Traveler Harus Punya Travel Blog!

Kenapa traveler harus punya travel blog!? Tulisann ini akan menjawabnya!

Untuk kebanyakan orang Indonesia yang namanya traveling itu cuma jalan – jalan, senang – senang, dan menghabiskan uang.

Tetapi, buat saya traveling itu adalah proses pencarian jati diri yang akhirnya menghasilkan sebuah karya :).

Itulah alasanya kenapa sekarang ini saya kecanduan menulis tentang traveling.

Menulis juga merupakan obat untuk melepaskan stress.

Jadi misalnya lagi gak bisa traveling atau jalan-jalan karena lagi banyak kerjaan, menulis travel blog adalah salah satu cara untuk meredakan stress tersebut.

Biasaya kan tiap kali mau menulis harus mengingat kegiatan selama liburan. Terus sambil liat foto-foto liburan juga. Itu bikin seger lagi deh.

Makanya, saya rekomendasikan untuk setiap traveler mulai menulis blog. Minimal bisa untuk dibaca-baca sendiri.

Ya siapa tahu tulisan kamu nanti juga dibaca oleh banyak orang.

Tentu saja tulisan kamu bisa juga membantu orang yang ingin mencari informasi seputar destinasi.

Saya paling seneng tuh kalau tulisan saya sebagai travel blogger Indonesia di catperku.com ini bisa membantu orang mencari informasi seputar traveling dan jalan-jalan.

Nah, Ini Dia 6 Alasan Kenapa Traveler Harus Punya Travel Blog!

I Travel, I Took Photo, I Write A Travel Blog!
I Travel, I Took Photo, I Write A Travel Blog!

1. Manusia Itu Pelupa, Dan Travel Blog Adalah Media Yang Bagus Untuk Melawan
Lupa

Dulu, ketika saya baru mulai senang jalan – jalan, belum pernah terpikirkan sedikitpun untuk menulisnya.

Paling banter juga cuma sharing di facebook yang akhirnya cuma tenggelam di lini masanya.

Nah, setelah sering jalan – jalan, saya banyak ditanyain ini itu, bagaimana cara kesini dan kesitu sama teman – teman saya.

Ribet  banget dah pokoknya! Ada yang penasaran bagaimana cara ke suatu destinasi, ada juga yang sekedar ingin tahu saja.

Masalahnya, kadang saya lupa – lupa ingat, tentang perjalanan saya sendiri.

Apalagi sejak kecil saya kan tidak suka dengan yang namanya pelajaran menghafal?

Nah, bagaimana mungkin saya selalu hafal dengan cerita perjalanan saya yang terus bertambah dan semakin banyak itu.

Karena itulah saya membuat travel blog, agar saya tidak lupa.

Tidak lupa dengan setiap perjalanan saya yang kadang seru, kadang susah, dan kadang lucu 🙂

2. Tulisan Tentang Traveling Di Blog Bisa Memberi Semangat Ketika Sedang Tidak Bisa Traveling

Jangan dikira ya, kalau kerjaan travel blogger itu cuma jalan – jalan saja, yang enak – enak, tiap hari bisa senang – senang. *tetooot* Salah besar!

Meskipun saya rajin menulis di travel blog catperku yang sangat saya cintai ini, kehidupan nyata saya keras juga.

Di hari yang normal, saya masih mempunyai rutinitas nine to five, yang harus tetap saya jalani demi menyambung dana traveling selanjutnya.

Kadang disela – sela rutinitas tadi, saya kangen dengan birunya pantai, dinginnya udara gunung, hingga bule yang sedang berjemur di pantai yang ada di Bali.

Ketika itulah travel blog saya berguna sekali sebagai penyemangat.

Penyemangat kalau saya harus bekerja keras untuk traveling yang selanjutnya.

Apalagi setelah melihat lagi foto disini.

Paling tidak, membaca tulisan – tulisan lama dan membalas komentar para pembaca adalah suntikan semangat yang berharga.

Jadi, kalau membaca travel blog seseorang dan ingin mendukungnya, pastikan saja meninggalkan komentar ya.

Itu adalah suntikan semangat yang berharga buat mereka ^^ Termasuk di travel blog catperku ini.

Teruslah menulis di blog, kapanpun di manapun! :)
Teruslah menulis di blog, kapanpun di manapun! 🙂

3. Menurut Saya Menulis Adalah Cara Berbagi Sekaligus Pamer Yang Elegan

Setelah traveling atau jalan – jalan ke tempat yang keren pasti bawaanya pengen sekali pamer bukan?

Nah dulu, sebelum travel blog ini lahir, kerjaan saya tiap pulang dari jalan – jalan pasti nyepam lini masa facebook dengan foto jalan – jalan saya

. Tetapi, akhirnya bosan juga cuma berbagi ribuan foto tanpa menyelipkan pesan kedalamnya.

Memang sih, foto pasti bisa menyampaikan pesan lewat visual, namun ditambah dengan kata – kata pasti akan lebih bagus.

Nah, dari situ travel blog catperku lahir. Niatnya pamer cerita jalan – jalan dengan elegan.

Pamer yang enggak cuma pamer saja, namun pamer sekaligus sharing dengan teman – teman lain yang mungkin perlu informasi sekaligus motivasi traveling :D.

Kalau pamer lewat social media, paling banter cepat tenggelam di lini masa, atau bahkan enggak ada yang mau lihat karena cuma pamer foto selfie :p *red: foto diri sendiri*.

4. Travel Blog Adalah Modal Untuk Bercerita Kepada Anak Cucu Nanti

Meskipun sekarang belum punya anak atau cucu, tapi kelak suatu saat saya pasti punya dong 😀

Nah, kalau sudah begitu, punya travel blog yang keren bisa buat cerita yang seru ke anak cucu lho?

Siapa tahu nanti mereka juga mengikuti jejak kita, atau bahkan bisa mengikuti jejak kita. Siapa tahu kan?

Terus, menulis itu seakan kita membuat sejarah kita sendiri.

Apalagi blog kalau sudah keindex oleh Google gak bakalan hilang.

5. Pengalaman Menulis Bisa Dipakai Untuk Ikutan Lomba

Nah, ini yang kadang bisa bikin senang kalau menang lomba, dan sedih kalau enggak menang.

Beruntung saya hidup di zaman serba modern, dimana internet bisa digunakan untuk mendapatkan keberuntungan, dan travel blog juga salah satunya.

Apalagi sekarang ini traveler sering dimanjakan dengan adanya lomba ini, dan lomba itu dan banyak lomba lainnya di dunia maya.

Saya pernah memenangi beberapa lomba blog disini.

Rugi banget lah kalau jalan – jalan cuma berfoto saja, terus fotonya disimpan di hard disk sampai membusuk!

Mendingan bikin tavel blog, buat ditaruh foto – foto ketika traveling sambil dipercantik dengan tulisan – tulisan berbau traveling.

Bikin travel blog mudah kok! Buat saja travel blog yang gratisan dulu seperti di blogger.com atau wordpress.com. Tertarik?

6. Buat Travel Blog, Siapa Tahu Bisa Dijadikan Buku

Kalau yang satu ini perlu nulis tentang traveling secara konsisten, dan sedikit keberuntungan :D.

Kalau tulisan kalian bagus, atau paling tidak ada editor yang tertarik dengan gaya menulis kamu, dipastikan travel blog kalian akan bisa diterbitkan menjadi sebuah buku.

Lumayan banget kan kalau tulisan kita sampai dibikinin buku?

Saya sendiri tidak pernah berpikir kalau akan menerbitkan sebagian isi dari catperku.com untuk menjadi sebuah buku.

Namu apa daya, nasib menggariskan saya untuk bertransformasi dari seorang geek, programmer, menjadi…. setengah penulis :D.

Saya telah berhasil berkarya di buku pertama saya : The Traveler Notes: BALI, THE ISLAND OF BEAUTY.

Kata editornya sih sudah laku lebih dari 1500 eksemplar :D*

Semoga penjualan buku yang semi buku panduan dan motivator traveling ke bali itu semakin meningkat, dan berguna untuk yang sudah membelinya :D.

O iya, sekarang saya juga sedang menunggu buku kedua saya terbit.

Buku kedua ini ceritanya masih sedikit seputar bali, dan banyak petualangan di Lombok.

Semoga segera selesai proses pencetakannya, dan segera terbit ya.

*Maksudnya biar segera ada yang beli XD*

Nah! Bagaimana ada yang terus mau bikin travel blog sekarang? 😀

Berani Bermimpi, Berani Traveling, Berani Bertualang!
Ikuti travel blog catperku di social media : Instagram @catperku, Twitter @catperku & like Facebook catperku. Travel blog catperku juga menerima dukungan dengan donasi, dan atau ajakan kerjasama.